Antara Indonesia dan Palestina

Kita ketahui bersama bahwa negara kita, tanah lahir kita INDONESIA ini telah merasakan penjajahan selama 3 abad oleh bangsa-bangsa Eropa Penjajah. mengatasnamakan kesejahteraan rakyat bangsa penjajah sering mengajak rakyat, khususnya para pejuang untuk melakukan perundingan-perundingan.kalo pun mo diliat banyak perjanjian yang dibuat hanya menguntungkan bangsa penjajah.

misal : perjanjian Renville. Desember 1948 wilayah Indonesia yang telah menyempit pasca perjanjian tersebut hingga tinggal Yogyakarta dan sekitarnya diagresi Belanda. akan tetapi, Panglima Besar Jend.Soedirman dan TNI bersama seluruh rakyat menolak untuk menyerah.

perlawanan dikobarkan, gerilya dilangsungkan. dengan pengorbanan yang luar biasa dari segenap rakyat melalui pertempuran berbulan-bulan, akhirnya Republik Indonesia mampu bertahan dan bahkan mendapatkan kemerdekaannya secara penuh.

sekarang kita cermati, Desember 2008 tepat 60 tahun setelah peristiwa diatas Zionis Israel Laknatulloh mengagresi Gaza, bagian yang tersisa dari wilayah Palestina yang dijajah sejak 1948. Hamas beserta rakyat Gaza, seperti halnya Jend.soedirman dan rakyat Indonesia, menolak untuk tunduk. Belanda dan Israel sama saja, penjajah yang tak menghormati perjanjian. suatu ciri orang yang munafik yang dilaknat Alloh.

gaza diserang setelah berada dalam kondisi lemah karena blokade berbulan-bulan. seluruh akses masuk, listrik, instalasi air, makanan dan semua kebutuhan bahan pokok ditutup Israel. sehingga dengan leluasa israel laknatulloh menyerang membabi buta.bahkan fasilitas-fasilitas kesehatan, masjid, sekolah serta pemakaman tidak luput dari serangan roket-roket iblis. dengan dalil menghabisi gerakan HAMAS mereka tidak memandang adanya rakyat sipil, anak-anak kecil (www.infopalestina.com)

tapi sekali lagi Kemerdekaan harus senantiasa diperjuangkan. Rakyat GAZA telah bersemboyan seperti gaung teriakan Bung Tomo dan para pejuang Kemerdekaan kita, “MERDEKA ATAU SYAHID…ALLOH AKBAR !!!”.

INDONESIA DAN PALESTINA ADLH BANGSA PEJUANG

Hubungan indah Indonesia-palestina terjadi ketika MenLu RI, H.Agus Salim dan tim diplomasi Indonesia berkeliling Timur tengah untuk memperjuangkan pengakuan diplomasi RI. Al Hajj Amin Al Husaini, Mufti Besar Palestina menjadi ornag yang pertama kali menyiarkan Kemerdekaan RI melalui radio Internasional. Masyarakat Timur Tengah dari Mesir, Suriah hingga Irak dan terutama Palestina menjadikan Kemrdekaan Indonesia sebagai inspirsasi perjuangan mereka.

Maka dari itu sebuah kewajiban pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia membantu palestina. dengan cara keberanian Indonesia berdiplomasi di parlemen Internasional dan doa untuk palestina serta memboikot produk-produk zionis dan sekutunya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: