Archive for Januari, 2009

hentikan Agresi zionis Israel !!!

sudah memasuki 1 minggu setelah diberlakukannya genjatan senjata antar HAMAS dan Israel. akan tetapi kondisi di jalur Gaza masih saja mencekam. masih ada dentuman ledakan dan tembakan yang dilakukan oleh kedua belah pihak. secara umum kerusakan dan kerugian yang di derita rakyat Palestina lebih banyak daripada israel.

sejak dulu israel dalam perjanjiannya selalu mungkir dan melakukan pelanggaran.jika menilik sejarah awal, tanah yang diduduki israel adalah tanah rakyat Palestina yang diwariskan oleh para Nabi Alloh untuk umat islam,akan tetapi karena kelicikan bangsa yahudi yang tidak senang dengan kemakmuran umat islam di palestin maka atas prakarsa bangsa yahudi di Eropa maka dibentuknya bangsa Israel.

alih-alih demi keadilan rakyat israel/yahudi maka dengan leluasa mereka melakukan agresi di wilayah palestina sedikit demi sedikt hingga sekarang tanah palestina yang bebas tinggal sedikit.

Sesungguhnya jika israel mandiri maka mereka gak akan mampu melakukan agresi tersebut.akan tetapi dalang di balik semua ini adalah Amerika yang sejak dulu terus mengusik ketenangan negara musllim.

dengan alasan menghancurkan senjata pemusnah massal maka amerika laknatulloh mengagresi irak dan demikian juga di palestina.dengan alasan membela rakyat israel yang sering mendapat ancaman serangan dari HAMAS,maka mereka membela dan menyuplai senjata ke israel.

lalu gimana Bangsa Arab ? ternyata dalam hati pemimpin mereka telah tumbuh rasa kecintaan terhadap dunia, takut akan kematian dan tiada takut lagi pada adzab Alloh, tetapi mereka lebih takut dengan intimidasi bangsa yahudi laknatulloh.

mengapa mereka tidak gunakan kekuatan mereka untuk menghancurkan bangsa bangsa dholim tersebut. bukankah itu yang dilakukan pemimpin Arab yang dulu, membantu menyerang israel ketika agresi pertama israel ke palestina dan pada saat itu mereka mendapatkan kemenangan.trus apa yang terjadi setelah peristiwa itu dan sekarang, bangsa Arab bagaikan budak yang takut akan tuannya.

… continue reading this entry.

Iklan

Antara Indonesia dan Palestina

Kita ketahui bersama bahwa negara kita, tanah lahir kita INDONESIA ini telah merasakan penjajahan selama 3 abad oleh bangsa-bangsa Eropa Penjajah. mengatasnamakan kesejahteraan rakyat bangsa penjajah sering mengajak rakyat, khususnya para pejuang untuk melakukan perundingan-perundingan.kalo pun mo diliat banyak perjanjian yang dibuat hanya menguntungkan bangsa penjajah.

misal : perjanjian Renville. Desember 1948 wilayah Indonesia yang telah menyempit pasca perjanjian tersebut hingga tinggal Yogyakarta dan sekitarnya diagresi Belanda. akan tetapi, Panglima Besar Jend.Soedirman dan TNI bersama seluruh rakyat menolak untuk menyerah.

perlawanan dikobarkan, gerilya dilangsungkan. dengan pengorbanan yang luar biasa dari segenap rakyat melalui pertempuran berbulan-bulan, akhirnya Republik Indonesia mampu bertahan dan bahkan mendapatkan kemerdekaannya secara penuh.

sekarang kita cermati, Desember 2008 tepat 60 tahun setelah peristiwa diatas Zionis Israel Laknatulloh mengagresi Gaza, bagian yang tersisa dari wilayah Palestina yang dijajah sejak 1948. Hamas beserta rakyat Gaza, seperti halnya Jend.soedirman dan rakyat Indonesia, menolak untuk tunduk. Belanda dan Israel sama saja, penjajah yang tak menghormati perjanjian. suatu ciri orang yang munafik yang dilaknat Alloh.

gaza diserang setelah berada dalam kondisi lemah karena blokade berbulan-bulan. seluruh akses masuk, listrik, instalasi air, makanan dan semua kebutuhan bahan pokok ditutup Israel. sehingga dengan leluasa israel laknatulloh menyerang membabi buta.bahkan fasilitas-fasilitas kesehatan, masjid, sekolah serta pemakaman tidak luput dari serangan roket-roket iblis. dengan dalil menghabisi gerakan HAMAS mereka tidak memandang adanya rakyat sipil, anak-anak kecil (www.infopalestina.com)

tapi sekali lagi Kemerdekaan harus senantiasa diperjuangkan. Rakyat GAZA telah bersemboyan seperti gaung teriakan Bung Tomo dan para pejuang Kemerdekaan kita, “MERDEKA ATAU SYAHID…ALLOH AKBAR !!!”.

INDONESIA DAN PALESTINA ADLH BANGSA PEJUANG

Hubungan indah Indonesia-palestina terjadi ketika MenLu RI, H.Agus Salim dan tim diplomasi Indonesia berkeliling Timur tengah untuk memperjuangkan pengakuan diplomasi RI. Al Hajj Amin Al Husaini, Mufti Besar Palestina menjadi ornag yang pertama kali menyiarkan Kemerdekaan RI melalui radio Internasional. Masyarakat Timur Tengah dari Mesir, Suriah hingga Irak dan terutama Palestina menjadikan Kemrdekaan Indonesia sebagai inspirsasi perjuangan mereka.

Maka dari itu sebuah kewajiban pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia membantu palestina. dengan cara keberanian Indonesia berdiplomasi di parlemen Internasional dan doa untuk palestina serta memboikot produk-produk zionis dan sekutunya.

Back To nature with Thibbun nabawi

Banyak sekrang yang bosan dengan obat-obat kimiawi buatan. sembuh sih sembuh..e tapi kenyataannya obat kimiawi punya efek samping yang bisa juga jadi penyakit.

Sudah waktunya mengkonsumsi yang alami. bukan hanya sebagai obat penyakit tapi juga sebagai protect tubuh kita dari penyakit, sebagai suplemen dll. salah satunya mengkonsumsi Produk herbal dari Thibbun Nabawi.

Disini salah satu agen penyuplai adalah sdr. IWAN (Lulusan Pondok Pesantern Abdurrahman Bin Auf) ber alamat di Karang mojo, Delanggu, Klaten. CP : 085 647 127 132

Tersedia :

  1. Madu murni : 1 kg (Rp. 30.000,-) ; 340 ml (Rp. 20.000,-) ; 200 ml (Rp. 14.000,-) ; 130 ml (Rp. 11.000,-)
  2. Habatu sauda’ : isi 60 kapsul (Rp. 17.000,-) ; 100 kapsul (Rp. 21.000,-) ; serbuk (Rp. 12.000,- / 10 sachet)
  3. Teh Rosela : Rp. 13.000,-
  4. Minyak Zaitun : Rp. 6000,-
  5. Sabun Kesehatan, zaitun madu, zaitun susu : Rp. 5000,-

Selain sedia herbal, juga menerima pasien TERAPI BEKAM(terima panggilan).

anda berminat, contak via U’ Comment di blog ni ato langsung hub sdr.iwan di CP nya

24 Jam 11 Tentara dan 1 Komandan Israel Tewas Oleh: Tim dakwatuna.com

dakwatuna.com – Gaza, Ahad malam Batalion Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas memberitakan bahwa mereka berhasil membunuh 11 serdadu Israel dan melukai 48 lainnya dalam waktu 24 jam saja sejak operasi darat Israel dimulai di Jalur Gaza.

Di antara korban yang tewas itu ada seorang komandan dengan pangkat kolonel yang sudah pernah terluka di perang Libanon dan ikut kembali perang baru di Jalur Gaza. Peristiwa itu terjadi ketika pertempuran sengit antara perlawanan Palestina dan serdadu Israel di sejumlah titik perbatasan.

Dalam live di TV Aljazeera, Muhammad Nazzal, anggota biro politik Hamas menegaskan bahwa dalam data lapangan yang dihimpun, jumlah serdadu Israel yang tewas dan luka-luka ada 60 pasukan. Rinciannya 11 serdadu terbunuh dan sekitar 48 luka-luka. Ditambah satu komandan satuan perang di regu 52 Ggolani

Nazzal juga memberikan apresiasi besar terhadap pidato Amir Qatar, Amir Hamd bin Khalifah dan menyebutnya sebagai kemajuan politik yang memuaskan.

Ia juga menilai bahwa pidato Amir Qatar itu merupakan kritik pedas terhadap pemimpin-pemimpin Arab yang tidak berdaya.

Nazzal berharap pidato itu akan menjadi langkah politik penting. Tidak adanya KTT dunia Arab dalam mereaksi peristiwa Gaza adalah titik hitam yang menegaskan bahwa Arab tidak memiliki tanggungjawab yang jelas.

Hamas tidak akan mengadakan genjatan senjata, kalau saja Israel tetap memerangi kami, blokade atas negeri kami tidak disudahi, dan pintu-pintu perbatasan tidak dibuka, tegas Nazzal. (infopalestina/ut)

Menjadi Yang Paling Dicintai

Bukan daging-daging unta dan darahnya itu yang dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…” (Al-Hajj: 37)

Maha Agung Allah yang Menciptakan kehidupan dengan segala kelengkapannya. Ada kelengkapan pokok, ada juga yang cuma hiasan. Sayangnya, tak sedikit manusia yang terkungkung pada jeratan kelengkapan aksesoris.

Berkurbanlah, Anda akan menjadi yang paling kaya

Logika sederhana manusia kerap mengatakan kalau memberi berarti terkurangi. Seseorang yang sebelumnya punya lima mangga misalnya, akan berkurang jika ia memberikan dua mangga ke orang lain. Logika inilah yang akhirnya menghalangi orang untuk berkurban.

Jika bukan karena iman yang dalam, logika ini akan terus bercokol dalam hati. Ia akan terus menenggelamkan manusia dalam kehidupan yang sempit, hingga ajal menjemput. Sulit menerjemahkan sebuah pemberian sebagai keuntungan. Sebaliknya, pemberian dan pengorbanan adalah sama dengan pengurangan.

Rasulullah saw. mengajarkan logika yang berbeda. Beliau saw. mengikis sifat-sifat kemanusiaan yang cinta kebendaan menjadi sifat mulia yang cinta pahala. Semakin banyak memberi, orang akan semakin kaya. Karena kaya bukan pada jumlah harta, tapi pada ketinggian mutu jiwa.

Rasulullah saw. mengatakan, “Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda. Tetapi, kekayaan yang sebenarnya ialah kekayaan jiwa (hati).” (HR. Abu Ya’la)

Berkurbanlah, Anda akan menjadi orang sukses

Sukses dalam hidup adalah impian tiap orang. Tak seorang pun yang ingin hidup susah: rezeki menjadi sempit, kesehatan menjadi langka, dan ketenangan cuma dalam angan-angan. Hidup seperti siksaan yang tak kunjung usai. Semua langkah seperti selalu menuju kegagalan. Buntu.

Namun, tak sedikit yang cuma berputar-putar pada jalan yang salah. Padahal, rumus jalan bahagia sangat sederhana. Di antaranya, kikis segala sifat kikir, Anda akan menemukan jalan hidup yang serba mudah.

Allah swt. berfirman, “Ada pun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan ada pun yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.” (Al-Lail: 5-10)

Kalau jalan hidup menjadi begitu mudah, semua halangan akan terasa ringan. Inilah pertanda kesuksesan hidup seseorang. Semua yang dicita-citakan menjadi kenyataan. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “…dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang sukses.” (Al-Hasyr: 9)

Berkurbanlah, Anda akan sangat dekat dengan Yang Maha Sayang

Sebenarnya, Allah sangat dekat dengan hamba-hambaNya melebihi dekatnya sang hamba dengan urat lehernya. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (Qaaf: 16)

Namun, ketika ada hijab atau dinding, yang dekat menjadi terasa sangat jauh. Karena hijab, sesuatu menjadi tak terlihat, tak terdengar, bahkan tak terasa sama sekali. Dan salah satu hijab yang kerap menghalangi kedekatan seorang hamba dengan Penciptanya adalah kecintaan pada harta.

Islam tidak mengajarkan umatnya untuk tidak berharta. Atau, menjadi miskin dulu agar bisa dekat dengan Allah swt. Tentu bukan itu. Tapi, bagaimana meletakkan harta atau fasilitas hidup lain cuma di tangan saja. Bukan tertanam dalam hati. Dengan kata lain, harta cuma sebagai sarana. Bukan tujuan.

Karena itu, perlu pembiasaan-pembiasaan agar jiwa tetap terdidik. Dan salah satu pembiasaan itu adalah dengan melakukan kurban. Karena dari segi bahasa saja, kurban berasal dari kata qoroba-yaqrobu-qurbanan artinya pendekatan. Berkurban adalah upaya seorang hamba Allah untuk mengikis hijab-hijab yang menghalangi kedekatannya dengan Yang Maha Sayang.

Berkurbanlah, Anda akan menjadi yang paling dicintai

Setiap cinta butuh pengorbanan. Kalau ada orang yang ingin dicintai orang lain tanpa memberikan pengorbanan, sebenarnya ia sedang memperlihatkan cinta palsu. Cinta ini tidak pernah abadi. Cuma bergantung pada sebuah kepentingan sementara.

Allah swt. Maha Tahu atas isi hati hamba-hambaNya. Mana yang benar-benar mencintai, dan mana yang cuma main-main. Dan salah satu bentuk keseriusan seorang hamba Allah dalam mencari cinta Yang Maha Pencinta adalah dengan melakukan pengorbanan. Bisa berkorban dengan tenaga, pikiran, dan harta di jalan Allah. Dan sebenarnya, pengorbanan itu bukan untuk kepentingan Allah. Allah Maha Kaya. Justru, pengorbanan akan menjadi energi baru bagi si pelaku itu sendiri.

Oleh: Muhammad Nuh dari www.dakwatuna.com

Boleh Cinta, Jangan Cinta Buta

“Seseorang sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan setia.” (HR. Ahmad)

Maha Agung Allah yang telah menganugerahkan jiwa-jiwa persaudaraan buat seorang mukmin. Ada kebahagiaan tersendiri ketika hidup dengan banyak teman dan saudara seiman. Mungkin, itulah di antara bentuk keberkahan.

Namun, tidak semua pertemanan berujung kebaikan. Perlu kiat tersendiri agar niat baik pun menghasilkan yang baik.

Mengenali teman dengan baik

Islam adalah agama yang santun. Seperti itulah ketika Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa mendahului salam. Mendahului salam sangat dianjurkan Rasulullah saw., kepada yang kita kenal atau belum: “…berilah salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang belum kamu kenal.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Dari salam inilah hal pertama yang bisa didapat dari calon teman adalah muslimkah dia. Paling tidak, ada gambaran sejauh mana tingkat keislaman orang itu. Karena seorang muslim yang baik paham kewajiban menjawab salam.

Setelah saling berbalas salam, jalinan perkenalan dirangsang dengan mengenalkan diri si pemberi salam terlebih dahulu. Dari situlah tukar informasi diri berlangsung lancar. Dan senyum merupakan ungkapan tersendiri yang mensinyalkan rasa persaudaraan dan perdamaian. Rasulullah saw. bersabda, “Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal timbul perselisihan.” (HR. Muslim)

Namun, satu momen perkenalan itu jelas belum cukup. Butuh interaksi secara alami. Setelah itu, waktu dan jumlah pertemuanlah yang menentukan. Apakah perkenalan berlanjut pada persaudaraan. Atau sebaliknya, sekadar kenal saja. Dan keinginan kuat untuk bersaudara mesti diutamakan dari sekadar kenal. Terlebih persaudaraan karena jalinan iman dan takwa.

Allah swt. mengisyaratkan itu dalam surah Al-Hujurat ayat 13. “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Walau pada tingkat persaudaraan, perkenalan bukan berarti sesuatu yang sudah usai. Karena kehidupan manusia tidak diam. Ia selalu bergerak, berubah, dan berganti. Termasuk pada sikap dan karakter. Boleh jadi, seseorang bisa terheran-heran dengan perubahan teman lama yang pernah ia kenal. Karena ada yang beda dalam fisik, sikap, karakter, bahkan keyakinan.

Perubahan-perubahan itulah menjadikan seorang mukmin senantiasa menghidupkan nasihat. Mukmin yang baik tidak cukup hanya mampu memberi nasihat. Tapi, juga siap menerima nasihat. Dari nasihat itulah, hal-hal buruk yang baru muncul dari seorang teman bisa terluruskan.

Seperti itulah firman Allah swt. dalam surah Al-‘Ashr ayat 1 sampai 3. “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.”

Mewaspadai dampak buruk seorang teman

Buruk sangka dalam pertemanan memang tidak dibenarkan Islam. Tapi, ketika ada fakta-fakta yang menyatakan tidak bagusnya seorang teman, dan nasihat sudah tidak lagi ampuh, kewaspadaan mungkin jadi jalan terakhir. Karena tidak tertutup kemungkinan, keburukan bisa menular. Paling tidak, agar tidak kecipratan air busuk temannya.

Rasulullah saw. bersabda, “Kawan pendamping yang saleh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya.” (HR. Bukhari)

Mewaspadai tidak berarti memutus pertemanan buat selamanya. Apalagi menyebar hawa permusuhan dan kebencian. Karena boleh jadi, sifat buruk bisa berubah baik. Sebagaimana, baik menjadi buruk. Kontribusi sebagai seorang teman mesti terus mengalir. Paling tidak, dalam bentuk doa.

Berhati-hati mencintai seseorang

Cinta tidak melulu antara laki dan wanita. Ada cinta lain yang berwarna persaudaraan dan pertemanan. Karena ikatan suku, profesi, sekelompok orang bisa saling mencintai. Begitu pun dalam ikatan persaudaraan Islam. Rasulullah saw. mengatakan, “Tidaklah beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Umumnya, cinta punya rumus: saling kenal, saling paham, saling cinta, dan saling berkorban. Tapi, ada cinta yang datang tiba-tiba. Mungkin karena ada sesuatu yang menarik dari penampilan fisik, cinta langsung berbunga. Atau, karena ada seseorang yang begitu murah hati dan dermawan, cinta bisa langsung tumbuh pesat. Ada utang budi yang berinti cinta. Kalau sudah begitu, pengorbanan menjadi sesuatu yang amat ringan.

Kalau orang yang cepat dicintai itu memang layak dicintai, simpati dan pengorbanan tentu akan berbuah kebaikan. Tapi, bagaimana jika yang tiba-tiba dicintai itu punya maksud tidak baik. Karena kelihaian, atau karena sudah jadi profesi, cinta bisa dimanipulasi menjadi alat efektif melakukan penipuan.

Karena itu, Rasulullah saw. mewanti-wanti dalam mencintai seseorang. Cinta bisa menghilangkan daya kritis dan rasionalitas seseorang. Beliau saw. besabda, “Cintamu kepada sesuatu menjadikan kamu buta dan tuli.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Berteman dan bersaudara memang menjadi sebuah kenikmatan tersendiri buat seorang mukmin. Pertemanan seperti itu tidak hanya bermanfaat di dunia, tapi juga di akhirat. Begitulah sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim)

di kutip dari http://www.dakwatuna.com